Meneropong Sejarah Internasional Conference on Food, Agriculture and Natural Resources (IC-FANRES)

Konferensi Internasional tentang Pangan, Pertanian, dan Sumber Daya Alam (FANRes) pertama kali diadakan di Universitas Jember, Indonesia pada 31 Agustus -1 September 2015. FANRes pertama mengambil topik “Penguatan Teknologi Pangan dan Teknologi Sumber Daya dan Kebijakan untuk Pertanian Berkelanjutan”. Konferensi ini dihadiri oleh para Pimpinan, pakar, professor dan representative persons dari 42 universitas yang terdiri dari 35 universitas di Indonesia, 1 universitas Malaysia (Universitas Putra Malaysia), 2 universitas Thailand (Universitas Teknologi Thanyaburi & Universitas Kasetsart), 2 universitas Jepang (Universitas Prefektur Hiroshima & Universitas GIFU), 3 universitas Korea (Universitas Nasional Kyungpook dan Universitas Nasional Hankyong) dan 1 universitas dari Jerman (Universitas Oldenburg). Makalah yang dipilih dalam konferensi ini diterbitkan dalam Elsevier-Sains Pertanian dan Ilmu Pertanian Procedia (AASPRO). Dalam FANRes pertama, 45 pemimpin atau perwakilan dari 42 universitas mendeklarasikan Jaringan Internasional FANRes. Deklarasi ini dimotivasi oleh persepsi dan semangat yang sama untuk mendukung ketahanan pangan dunia, terutama universitas atau lembaga penelitian.

            FANRes kedua berlangsung di Universitas Brawijaya, pada 2-4 Agustus 2016 bekerja sama dengan Universitas Jember, UPM Malaysia dan Mitra, dengan topik “Menggali potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui pertanian berkelanjutan dan sumber daya alam”. FANRes selanjutnya meningkatkan jaringan dengan menghadirkan keynote dan mengundang pembicara dari berbagai organisasi global (Organisasi Pangan dan Pertanian dan Lembaga Penelitian Padi Internasional) dan para ahli dari universitas di luar Jaringan FANRes (Universitas Queensland, Universitas Sains dan Teknologi Nasional, Universitas Brunei Darussalam).

            FANRes ketiga diadakan di Universiti Putra Malayasia, 21-23 Agustus 2017, dengan topik “Membina Agropreneurship untuk Kedaulatan Pangan”. Konferensi ini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) Malaysia, Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Pertanian Tokyo, dan Masyarakat Internasional untuk Ilmu Pertanian Asia Tenggara (ISSAAS). Makalah yang dipilih dalam konferensi ini diterbitkan dalam International Food Research Journal (IFRJ).

            FANRes keempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 12-14 September 2018, dengan topik “Meningkatkan Agro-technopreneurship Menuju Daya Saing Produk”.  Konferensi ini bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Indonesia dengan menobatkan Kepala Badan Ketahanan Pangan sebagai anggota FANRes. Kerjasama juga dilakukan  dengan  Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Pertanian Tokyo, dan Masyarakat Internasional untuk Ilmu Pertanian Asia Tenggara (ISSAAS). Acara ini juga melibatkan para ahli, peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara.

FANRes kelima akan dilaksanakan di Universitas Khairun, 17-19 Septtember 2019, dengan topik”Pengembangan Potensi Sumber Daya Alam Berkelanjutan Berbasis Kepulauan Menuju Kedaulatan Pangan  degan mengadirkan keynote dari beberapa negara. *Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *