Pengelolaan DAS Di Malut Harus Terintegritas

faperta.unkahir.ac.id. Dosen Fakultas Pertanian Mardiyani Sidayat, SP.,MA, dalam hal ini mewakili Fakultas Pertanian dalam Forum DAS Maluku Utara. pada kesempataan itu, beliau menyatakan, pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Maluku Utara harus terintegrasi, intersektor dan multipihak. Hal ini karena, salah satu isu penting DAS Maluku Utara adalah keseimbangan hulu-hilir, ancaman terhadap water channel di beberapa DAS pulau, seperti Ternate yang mulai krisis air bersih. Maka Peraturan Daerah (Perda) pengelolaan DAS sangat penting bagi masyarakat Malut.

Jika dilihat, Provinsi Maluku Utara memiliki 3.568 Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan total luasan 3.148.431,35 Hektare. Untuk menjaga keseimbangan hulu-hilir dan ancaman terhadap water channel, maka dipandang perlu adanya Peraturan daerah (Perda) yang mengatur itu. Klasifikasi DAS Malut yang dipulihkan seluas 575.340,16 Ha dari 87 DAS. Sedangkan yang dipertahankan seluas 2.575.624,05 Ha dari 982 DAS. “DAS Malut merupakan DAS Kepulauan yakni terbentuk dari beberapa DAS pulau.

Karena Didalam Kawasan DAS memiliki komponen lingkungan yang terdiri dari iklim, tanah, air, topografi, batuan, flora-fauna, penggunaan lahan dan manusia, membentuk ekosistem alami DAS masing-masing pulau yang spesifik. Baik pulau besar maupun pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *