Juni 14, 2024

Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun terlibat dalam aksi nyata pada kegiatan Refleksi Akhir Tahun Forum Konservasi Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS MKR).  Kegiatan ini berlangsung pada 30 Desember 2023 bertempat di Kelurahan Tongole, Kota Ternate. Rangkaian acaranya yaitu Jelajah Hutan Tongole yang dirangkaikan dengan penanaman secara simbolis bibit produksi (MPTS) di sepanjang jalur jelajah; Focus Group Discussion (FGD) dirangkaikan dengan pembagian bibit produktif (MPTS) kepada masyarakat Kelurahan Tongole dan makan siang bersama hidangan istimewa dari komunitas Cengkeh Afo Gamalama Spices (CAGS); dan Street Expo Rempah di Pulau Vulkanik oleh Mahasiswa Program Studi Kehutanan.

Sebanyak 100 bibit stek MPTS produktif (Mangga, Manggis, Rambutan dan Durian Montong) tanggal 30 Desember 2023 dihadirkan sebagai kegiatan pararel Menanam Serentak se-indonesia oleh KLKH, di Maluku Utara sendiri dipusatkan di Desa Domato Halmahera Barat. Kegiatan penanaman yang dilakukan di kelurahan Tongole, menjadi bagian dari acara refleksi akhir tahun, Forum Koordinasi Pengelollan DAS Moloko Kie Raha (FKDAS MKR) Provinsi Maluku Utara. Rangkaian kegiatan dimulai dengan jelajah hutan rempah Tongole yg melintasi sebagian areal ex. Onderneiming VOC, parit pertahanan Dai Nippon, Daerah Tangkapan Air (DTA) Ake Tongole (Air Tege-Tege) dan berakhir di Taman Cengkeh Afo Gamalama Spices (CAGS) setelah menemukenali kembali lokasi cengkeh Afo 1, 2 dan mengamati langsung cengkeh generasi ketiga.

Penanaman bibit pohon di sepanjang jalur jelajah
Jelajah hutan Tongole

Bersama dengan aktivitas jelajah tersebut ditanam secara simbolis Tanaman MPTS di seputaran DTA ake tege-tege oleh Mahasiswa Program Studi Kehutanan dominan angkatan 2022. Pada saat yang sama, mahasiswa tersebut juga mengekspose hasil diskusi kelompok mereka di kelas dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian Kepulauan bertajuk Rempah Pulau Vulkanik, kepada khalayak peserta dan undangan serta pengunjung CAGS. Kegiatan ini juga terlaksana dan sebagian Mahasiswa angkatan 2018, 2019 dan 2020 yang berperan sebagai Panitia kecil yang menyiapkan rute jelajah, lubang tanam, distribusi bibit produktif ke Masyarakat yang berkebun sepanjang daerah Hulu Air Tege-tege.

Selanjutnya sembari menikmati makan siang spesial hidangan rimo-rimo, juara wahid Festival Ubud Internasional 2022 itu, peserta melaksanakan Diskusi Terfokus menggali potensi dan permasalahan dan ketahanan Daerah Aliran Sungai (watershed resilience) Pulau Vulkanik. Diskusi berjalan dengan lancar dan bersepakat untuk tidak menutup diskusi, diskusi terus berjalan untuk membantu kesepahaman pengelolaan DAS yang berkelanjutan. Pemetaan (mind mapping) para pihak bermufakat, Tongole menjadi salah satu lokus ‘babari ofu’ dengan pendekatan pengelolaan yang melibhexa-helix stakeholders. Tongole menjadi ruang interaksi dan integrasi program para pihak. Tongole diharapkan menjadi Laboraturium Alam yang dapat dimanfaatkan sebagai lokus pembelajaran dan kajian secara akademik  guna mendukung kebijakan pembangunan yg berkelanjutan.

Diskusi menggali potensi, permasalahan dan ketahanan DAS

Pelibatan mahasiswa oleh FKDAS MKR, dimaksudkan sebagai bentuk menunjang aktifitas merdeka belajar yang hakiki. Memberikan kesempatan menemukenali potensi dan permasalahan yang hadir di depan mata dalam literasi perjalanan. Lembar demi lembar berisi datum faktual lapangan menjadi santapan pembanding dengan literasi yang dikonsumsi selama ini di ruang kelas yang kadang harus dipaksakan pada sudut ruang khayal yang sering kali tak terjangkau oleh baseline kognitif mereka.

Mencermati pembahasan diskusi terfokus dari beberapa ekspertis di bidangnya mulai dari Kehutanan,  Klimatologi Terapan,  Biologi Konservasi Sumber Daya Alam, Geologist hingga Petani Hutan yg kesehariannya bergelut dengan dengan pengelolaan landscape pulau vulkanik. Diharapkan memberi insight tentang pengelolaan DAS yang berkelanjutan dilihat dari berbagai aspek.  Momentum ini memberi bekal kepada mahasiswa untuk menemukan permasalahan yang dapat di kaji menjadi tugas akhir mereka yang tak sekedar gugur kewajiban,  namun memiliki value yang mengisi khasanah data tervalidasi hingga berdampak bagi sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.