Agustus 9, 2022

faperta.unkhair.ac.id Transfer pengetahuan dari dosen ke mahasiswa yang tertuang dalam rencana pembelajaran setiap mata kuliah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Metode belajar yang sudah dilakukan dari metode sederhana seperti ceramah, diskusi sampai pada metode project based learning sudah diadopsi oleh dosen selama mengajar di kampus.  Namun berbeda halnya dengan penerapan metode tersebut secara langsung pada masyarakat terutama petani.  Penyampaian dosen ke mahasiswa hanya terjadi peralihan satu kali, namun transfer ilmu dari dosen sampai ke masyarakat melalui kegiatan MBKM mengalami proses transfer dua kali yakni mahasiswa, kemudian ke petani.  Hal ini tentunya perlu dikaji lagi dalam penerapan MBKM membangun desa yang telah dilakukan oleh Program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Khairun di desa Moiso Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat sejak bulan Januari 2022.  Program MBKM membangun desa baru dilaksanakan oleh Program Studi Agroteknologi dengan mengikutkan 8 mahasiswa.  Sejauh mana capaian pembelajaran dari masing-masing mata kuliah yang disinkronkan dengan  program MBKM  perlu terdokumentasi sebagai indicator penilaian.  Dalam konteks kerjasama lintas program studi dan desa sasaran,  perlu sama sama menyikapi kondisi social masyarakat dengan aktivitas mahasiswa yang belajar di desa saat ini.  Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring dan evaluasi MBKM pada hari sabtu, 19 Maret 2022 oleh dosen pembimbing dan dosen pengampu mata kuliah. 

Monitoring dan evaluasi  dilakukan oleh Dosen Pembimbing MBKM membangun desa Dr. Rima Melati , SP., MP dan Subhzan Andi Mahmud, SP., M.Si.  Selain itu  dosen pengampu mata kuliah yang ikut melihat aktivitas serta meninjau  kegiatan mahasiwa terdiri dari  Dr. Ir Suryati Tjokrodiningrat, M.Si, Dr. Ir. Sri Soenarsi DAS, M.Si, Dr. Zauzah Abdullatif, SP., M.Si, Dr. Suratman Sudjud, SP., MP, Dr. Sofyan Samad, SP., M.Si, Sarni, SP, M.Si, Hayun Abdullah, SP., MP, Sugeng Haryanto, SP.,MP. Keikutsertaan dosen pengampu mata kuliah sangat membantu proses monitoring dan evaluasi terkait pencapaian atau target kegiatan yang termasuk dalam indicator penilaian terhadap mahasiswa pelaksana kegiatan MBKM membangun desa.

Proses evaluasi juga melibatkan kepala desa ( Bapak Idrus Gula) dan masyarakat. Bentuk evaluasi yang dilakukan dosen pembimbing adalah interview terhadap kepala desa tentang keberadaan  dan interaksi social mahasiswa dengan masyarakat, program pendampingan mahasiswa di kelompok tani dan kelompok social yang ada di desa, keikusertaan mahasiswa pada kegiatan desa.  Sedangkan indicator capaian pembelajaran meliputi, penguasaan dan penerapan pengetahuan kepada kelompok tani wanita, produk teknologi tepat guna dan praktis yang telah diberikan pada kelompok tani, identifikasi permasalahan kelompok tani, solusi atau tindakan, penerapan pertanian berkelanjutan.  Capaian hardskil dan sikap dengan indicator penilaian sikap dan perilaku, kemampuan secara komunikasi lisan ditengah masyarakat, kemampuan kerjasama, kemampuan adaptasi serta kemampuan berpikir tepat dan praktis.

Berdasarkan indicator penilaian terhadap program yang dilaksanakan, mahasiswa yang melaksanakan MBKM di desa Moiso teridentifikasi telah melaksanakan program identifikasi jenis komoditi pertanian, identifikasi jenis penyakit tanaman hortikultura, identifikasi tanaman perkebunan, identifikasi potensi pangan lokal.  Mahasiswa telah melaksanakan Pelatihan Teknis kepada kelompok tani dengan tema pertanian berkelanjutan  dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Halmahera Barat sebagai pemateri bersama beberapa dosen Agroteknologi.  Lanjutan dari pelatihan adalah demonstrasi pembuatan pupuk organic dan pestisida nabati (pesnab). Pelatihan ketrampilan dalam menambah produk di desa yakni Pembuatan Sirup telang dan Pembuatan Simplisia dengan teknik sederhana sebagai  obat herbal.  Selain itu mahasiswa terlibat dalam kegiatan rutin desa seperti menggiatkan senam seminggu sekali, bersama ibu ibu majelis taklim desa. Penghijaun buah juga dilakukan di sarana umum milik desa seperti kantor desa, masjid dan sekolah.  Dengan demikian mahasiswa telah mengerjakan beberapa program yang direncanakan dengan persentasi kegiatan 65%.  Program yang belum terlaksanakan adalah pembuatan dokumen profil pertanian desa, pasar desa serta pelaporan. Berikut ini dokumentasi kegiatan mahasiswa MBKM.

Oleh : Dr. Rima Melati , SP., MP

1 thought on “MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN MBKM-MEMBANGUN DESA PRODI AGROTEKNOLOGI

  1. Semoga prigram mrrdeka belajar kampus mrrdeka ini dapat brrmafaat buat masyarakat desa dan juga mahasiswa dapat belajar mandiri .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.