28 Oct 2026 Humas Post Dibaca 40 kali

Fakultas Pertanian Perkuat Zona Integritas melalui Benchmarking bersama BPS Malut

Fakultas Pertanian Perkuat Zona Integritas melalui Benchmarking bersama BPS Malut

INFO FAPERTA - Fakultas Pertanian terus berupaya memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pembenahan tata kelola organisasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kegiatan benchmarking bertema “Penguatan Zona Integritas Menuju Tata Kelola Berkelanjutan” dengan menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, SST., M.Si., beserta tim sebagai pemateri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan II dan III, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi, Ketua dan Sekretaris Unit Penjaminan Mutu (UPM), Kepala Laboratorium, Dosen, Tenaga Kependidikan, Ketua Umum BEM Fakultas Pertanian, serta Ketua Himpunan Mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian Unkhair, Dr. Lily Ishak, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mendorong perbaikan pelayanan dan membangun budaya kerja yang lebih baik di lingkungan fakultas. Pengalaman BPS Provinsi Maluku Utara diharapkan menjadi referensi bagi fakultas dalam mengembangkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Beliau juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan saran sebagai bagian dari evaluasi pelayanan.

“Saran dan masukan dari kalian sangat kami butuhkan agar kami mengetahui pelayanan mana yang harus kami perbaiki,” ujar Dr. Lily

Dalam sesi diskusi, kedua pihak membahas berbagai strategi penguatan Zona Integritas, mulai dari pembangunan pola pikir dan budaya kerja, tata kelola organisasi, akuntabilitas, pengelolaan keuangan, hingga mekanisme tindak lanjut terhadap permasalahan yang berpotensi menghambat penerapan prinsip-prinsip integritas.

Harim Arrosid menegaskan bahwa setiap kegiatan perlu didukung dokumentasi dan bukti yang memadai. Kebiasaan tersebut akan memudahkan tim ZI dalam menghimpun eviden pada setiap area perubahan sekaligus memastikan pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan.

“Budaya mempersiapkan dokumen dan bukti-buktinya ini budaya yang berkelanjutan. Harus konsisten. Regenerasi itu penting. Karena pembangunan Zona Integritas ini bukan hal yang instan. Rohnya juga harus dibangun, bukan hanya semata-mata predikat saja,” tegas Harim.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh pencapaian predikat, tetapi juga oleh konsistensi penerapan nilai integritas dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, keberlanjutan program dan regenerasi menjadi bagian penting agar komitmen tersebut tetap terjaga.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Pertanian diharapkan dapat mengadopsi praktik baik dari BPS Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu pelayanan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta memberikan pelayanan yang semakin baik bagi seluruh sivitas akademika.