01 Oct 2026 Humas Berita Dibaca 22 kali

Kuliah Tamu di UNSRAT, Dr. Hasbullah Mengulas Potensi Fuli Pala Melalui Hasil Riset

Kuliah Tamu di UNSRAT, Dr. Hasbullah Mengulas Potensi Fuli Pala Melalui Hasil Riset

INFO FAPERTA - Kegiatan Kuliah Tamu di Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado, Kamis, 1 Oktober 2026, Bapak Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc., hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi berjudul “Potensi Antihiperglikemik Fuli Pala”. Kegiatan tersebut dipandu oleh Ketua Jurusan Teknologi Pertanian UNSRAT, Ibu Dr. Ir. Gregoria S.S. Djarkasi, M.Si.

Dalam pemaparannya, Bapak Dr. Hasbullah mengulas hasil penelitian mengenai fuli (mace), yaitu bagian yang menyelimuti biji pala. Selain memiliki nilai ekonomi, fuli pala ternyata menyimpan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan pangan fungsional yang berkaitan dengan kesehatan. Penelitian yang dilakukan mencakup beberapa tahapan, mulai dari systematic review, pengujian in vitro, hingga uji in vivo. Dari rangkaian penelitian tersebut, fuli pala menunjukkan potensi dalam membantu memperbaiki dan mempertahankan kondisi glikemik, khususnya dalam pengelolaan kadar gula darah.

Riset ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan para peneliti dari SEAFAST Center IPB University dan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB University. Sejumlah hasil penelitian kolaboratif tersebut telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa penelitian mengenai fuli pala masih terus dikembangkan dan diarahkan menuju tahap uji klinis. Tahapan tersebut diperlukan untuk memperoleh bukti lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanan sebelum potensinya dikembangkan menjadi produk pangan fungsional atau nutrasetikal berbasis komoditas lokal Moloku Kie Raha.

Kehadiran Bapak Dr. Hasbullah dalam forum akademik ini tidak hanya menjadi ruang berbagi hasil penelitian, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antara UNKHAIR, UNSRAT, dan PATPI. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan dan hilirisasi riset, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.