Perkuat Kesadaran Perlindungan Hayati, Karantina Maluku Utara Hadir di Fakultas Pertanian Unkhair
INFO FAPERTA - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara menginisiasi kegiatanΒ Karantina Goes To Campus melalui edukasi pelayanan perkarantinaan di Fakultas Pertanian Universitas Khairun. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Karantina Indonesia ke-149 dan Hari Ulang Tahun Badan Karantina Indonesia ke-3, sekaligus menjadi upaya memperluas pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa dan kalangan akademisi, mengenai pentingnya penyelenggaraan karantina bagi perlindungan sumber daya hayati dan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan berlangsung di Smart Class Fakultas Pertanian Universitas Khairun. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas dan fungsi karantina, termasuk regulasi, prosedur pelayanan, serta perkembangan inovasi layanan perkarantinaan di era digital.

Dalam pemaparannya, Perkarantinaan menyampaikan memiliki peran strategis dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit yang dapat mengancam kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan. Peran tersebut semakin penting bagi wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, yang memiliki potensi sumber daya pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan yang perlu dilindungi secara berkelanjutan. Mobilitas manusia dan perdagangan komoditas antarwilayah juga menjadikan pengawasan karantina sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan hayati dan mendukung kelancaran lalu lintas komoditas.
Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Khairun, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik pelayanan dan pengawasan karantina di lapangan. Pemahaman mengenai prosedur karantina dapat memperluas wawasan mahasiswa tentang perlindungan tanaman dan hewan, pengendalian penyebaran organisme pengganggu, serta pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan perkarantinaan dalam kegiatan produksi, distribusi, dan perdagangan komoditas pertanian.
Selain aspek teknis, pengenalan inovasi pelayanan perkarantinaan di era digital diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai perkembangan tata kelola layanan publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Informasi tersebut juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, mengembangkan kompetensi profesional, dan memahami peluang kontribusi di bidang pertanian serta perlindungan sumber daya hayati.
Kolaborasi antara Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara dengan Fakultas Pertanian Universitas Khairun juga mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat edukasi publik. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab generasi muda terhadap keberlanjutan sumber daya alam.