05 May 2026 Humas Post Dibaca 64 kali

Faperta Teken Kerja Sama dengan Soybean Indonesia dan Forum Tempe Indonesia, Hadirkan Kuliah Tamu Inspiratif

Faperta Teken Kerja Sama dengan Soybean Indonesia dan Forum Tempe Indonesia, Hadirkan Kuliah Tamu Inspiratif

INFO FAPERTA - Dekan Fakultas Pertanian Universitas Khairun, Ibu Dr. Lily Ishak menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum kerja sama dan kuliah tamu ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa, khususnya terkait peran tempe sebagai pangan fungsional yang memiliki nilai budaya dan kesehatan yang tinggi. Melalui temaย โ€œTempe: Pangan Fungsional Warisan Budaya Bangsa Indonesiaโ€, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya pengembangan pangan lokal berbasis potensi sumber daya hayati. Ia juga menekankan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan kearifan lokal menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing di sektor pertanian dan pangan.

Sejalan dengan itu, narasumber kuliah tamu, Bapak Dr. Dadi Hidayat Maskar, S.T., M.Sc., menekankan pentingnya penguatan industri tempe berbasis standar mutu nasional.

"Saya berharap agar di wilayah Maluku Utara dapat dikembangkan unit percontohan (pilot project) produksi tempe yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga dapat menjadi model pembelajaran sekaligus pusat inovasi bagi masyarakat dan pelaku usaha" lanjutnya

Kehadiran fasilitas percontohan tersebut dinilai strategis dalam mendorong peningkatan kualitas produk, menjamin keamanan pangan, serta membuka peluang pengembangan usaha tempe yang lebih modern, higienis, dan berorientasi pasar.

Kegiatan ini, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Pertanian Unkhair dengan Soybean Indonesia dan Forum Tempe Indonesia, menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan praktisi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengembangan tempe sebagai komoditas unggulan, sekaligus menjadikan Maluku Utara sebagai salah satu pusat inovasi pangan lokal berbasis kedelai di Indonesia.