26 Nov 2025 Humas Post Dibaca 122 kali

Mahasiswa Program Studi Kehutanan dan Aksi Nyata-nya Pada Kegiatan Refleksi Akhir Tahun FKDAS MKR Provinsi Maluku Utara

Mahasiswa Program Studi Kehutanan dan Aksi Nyata-nya Pada Kegiatan Refleksi Akhir Tahun FKDAS MKR Provinsi Maluku Utara

FAPERTA - Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun berpartisipasi aktif dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun Forum Konservasi Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS MKR) yang diselenggarakan pada 30 Desember 2023 di Kelurahan Tongole, Kota Ternate. Kegiatan ini meliputi Jelajah Hutan Tongole yang dirangkaikan dengan penanaman simbolis tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS), Focus Group Discussion (FGD), pembagian bibit produktif kepada masyarakat, serta Street Expo Rempah Pulau Vulkanik yang menampilkan peran mahasiswa sebagai penggerak edukasi publik. Penanaman 100 bibit produktif seperti mangga, manggis, rambutan, dan durian turut menjadi bagian dari gerakan penanaman serentak nasional yang diinisiasi KLHK.

Rangkaian kegiatan diawali dengan jelajah hutan rempah Tongole yang melintasi kawasan bersejarah dan ekologis penting, seperti bekas areal perkebunan VOC, parit pertahanan Dai Nippon, serta Daerah Tangkapan Air (DTA) Ake Tongole, dan berakhir di Taman Cengkeh Afo Gamalama Spices (CAGS). Pada lokasi tersebut, mahasiswa Angkatan 2022 melakukan penanaman simbolis MPTS di sekitar DTA Air Tege-tege sekaligus mempresentasikan hasil diskusi akademik bertema Rempah Pulau Vulkanik dari mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian Kepulauan. Sementara itu, mahasiswa angkatan 2018–2020 berperan sebagai panitia pendukung yang bertanggung jawab atas persiapan jalur jelajah, lubang tanam, serta distribusi bibit kepada masyarakat setempat.

Melalui FGD yang berlangsung secara partisipatif, para peserta menggali potensi, tantangan, dan ketahanan daerah aliran sungai pulau vulkanik dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas disiplin. Diskusi menghasilkan kesepahaman menjadikan Tongole sebagai lokus pengelolaan DAS berbasis kolaborasi multipihak serta laboratorium alam untuk kegiatan pendidikan dan penelitian berkelanjutan. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi wujud implementasi pembelajaran kontekstual Merdeka Belajar, mempertemukan teori dengan realitas lapangan, sekaligus membuka peluang lahirnya kajian ilmiah yang aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.